Senja di petang itu

Posted: Desember 7, 2008 in Uncategorized

Kita masih saja duduk di tepian, mengenang senja yang baru pergi padahal sudah tiba gulita

Rasanya kupandang langit masih tetap jingga, kata temanku langit sudah hitam…sambil lalu ia beringsut menjauh kemudian pergi diam diam

Aku masih menghitung burung-burung di kejauhan yang terbang sama-sama, menukik sama-sama, lalu pada ujung mata hilang sama-sama…

Sambil tersenyum “bukankah kita sama seperti burung itu kawan?”… hening…rupanya ia sudah berjalan pulang

Aku teriak “ Hei kawan, bukankah kesini jalannya pulang?” ia tetap diam..

Waktu kupandang langit sekali lagi, ternyata memang langit sudahlah hitam

Aku pulang sendiri meninggalkan tepian, lalu tercenung….

malam ini, aku akan bermimpi tentang burung-burung senja yang terbang sama-sama, menukik sama-sama, lalu kemudian hilang sama-sama…

Promise

Posted: Desember 5, 2008 in Poem's

Biar lelah itu terbayar nanti bu…

Segala jerih yang kau lalu tiap pagi
hingga pagi
biar itu jadi bukti
hingga sayup angin sore yang berembus tak lagi perih nanti

Sendu yang kau sembunyi lewat diam
kala kau cerita tentang senja dulu yang semburam
sampai kinipun masih tak berubah muram…

Demi engkau, biar nanti aku nyala
hingga gelap itu habis tak sisa

Esok pagi, izinkan aku jadi mentari yang tak sempat datang kemarin hari
hingga ia tak ingkar lagi
sapa engkau lewat hangat lagu riang pagi
yang diam-diam ajak engkau turut bernyanyi

Sampai engkau tau pada akhirnya
belumlah hilang semua asa
masih ada segenggam cita
juga senyum penuh cinta
serupa sekuntum mimpi yang telah jadi nyata

dari aku…anakmu

Dalam tiap tanda tanya

Posted: Desember 5, 2008 in Poem's

Sudah setua ini punya usia, masih saja aku sering lupa, bahwa di tiap-tiap jejakan kaki yang kulalu kemarin harusnya ada yang bisa dipetik, entah satu, dua tetes hikmah..juga kebaikan
Sampai-sampai bosan aku ini bertanya, “kapan saatnya aku bisa belajar?” yang rupa-rupanya tak pernah bisa kujawab sendiri…

Dalam tiap tanda tanya itu, sesungguhnya, selalu aku berharap…bahwa esok nanti aku akan beranjak dari sini..lalu akan sekuat tenaga mengejar semua kawan lama yang sudah dulu pergi, tapi esok hari nada-nadanya selalu sama dengan hari ini, yang sama persis seperti kemarin..

Dalam tiap tanda tanya itu, sesungguhnya, selalu aku selipkan doa, doa yang sama, yang kulafal dalam dalam, sampai lupa..bahwa doa itu untuk meminta…

Prologue

Posted: Desember 4, 2008 in Poem's

Kita sudah sama2 tau bahwasanya hidup itu tidaklah lurus, tapi berliku, bergelombang…untuk itu kita belajar mengendara langkah, kapan kita musti memelan dan belok di tikungan, lalu kapan harus kita pacu melaju di jalur lurus, kapan kita mulai ancang untuk mendaki tanjakan, lalu kapan kita siap2 menahan laju turunan, kapan kita harus tetap memaksa langkah, lalu kemudian kapan kita bisa sejenak berhenti …