We will walk alone

Posted: Desember 7, 2008 in Uncategorized

“We will walk alone my friend”…entah sudah berapa kali sahabatku itu bilang padaku, rupa2nya ia memang sedang mengalami episode kesendirian dalam perjalanannya kali ini…aku cuma membalas dengan senyuman, toh dalam menghadapi kesendirian itu aku justru lebih banyak mengambil pelajaran darinya, sahabatku itu jauh lebih berpengalaman daripada aku..

Dalam lauhl mahfudz, sepertinya sudah dituliskan bahwa tiap-tiap kita akan menjalani suatu masa kesendirian

Tiba2 jadi inget waktu berjuang lulus dari kampus dulu, sadar-sadar hanya tinggal beberapa gelintir saja teman angkatan yang bernasib sama, sedang sebagian besar yang dulu lulus satu per satu itu..namanya terdengar kemudian muncul satu-satu sebagai karyawan perusahaan ternama…sebagian lagi sedang melanjutkan kuliah S2 di luar negri, sementara aku..masih saja sibuk dengan urusan tetek bengek yang ga jelas, “Astaga! seolah baru terbangun dari tidur…kemana saja aku selama ini?!” tergesa-gesa aku bangun, merapikan kembali data2 skripsi yang lama tak tersentuh…bolak-balik kampus, mulai bimbingan lagi, sibuk ke perpustakaan, ke lab..dsb, yang paling berat dalam tiap pekerjaan itu..aku benar2 merasa sendiri…padahal dulu semua pekerjaan terasa ringan sembari bercanda dengan kawan2 bercerita soal akhwat manis kembang kampus (hehe), soal pernikahan, soal siapa yang duluan lulus, soal siapa bakal kerja dimana… tapi nyata2nya kini aku benar2 kehilangan, sahabat2ku itu sudah melesat jauh ke tempat-tempat tinggi, tinggal aku yang masih terseok di bawah..(saelah..)..tak perlu disesali, toh dari salah satu episode kesendirian itu, akhirnya aku bisa belajar, bahwa kesendirian itu bisa dinikmati layaknya kebersamaan…kita jadi  bisa dengar apa yang dulu tak terdengar, kita jadi bisa lihat apa yang dulu tersembunyi..hanya saja kita cuma tidak bisa berbagi..

Dalam kesendirian, kita bisa menangis sejadi-jadi atau bernyanyi menghibur diri, tapi kita harus tetap berjalan…
Dalam kesendirian, kita bisa teriak sekencang kencang atau diam sedalam-dalam
, tapi kita harus terus beranjak…
Dalam kesendirian, kita bisa memaki sepuas-puas atau berdo’a sekhusyuk khusyuk, tapi jangan pernah memasung langkah..
Kita boleh terlambat kawan, tapi jangan sampai jadi pecundang yang kembali pulang tanpa berjuang..

You’re right my friend, we will walk alone…sooner or later

Komentar
  1. tito mengatakan:

    yap..masa masa itu pun pernah (bahkan sedang) ane alami..
    tp dalam kesedirian itu ternyata saya sadar sebenarnya saya nggak sendiri..
    Karena ada amal yang senantiasa menyertai saya..
    selain Dia yang senantiasa membimbing setiap langkah..

    so..sy sering menyemangati diri tuk selalu beramal..(palagi sy kn pemalas hehe)
    krn tanpa amal..kesendirian benar2 terasa..

    atau bisa juga diobati dengan kehadiran seseorang yang berada di samping kita dalam ikatan yang suci..nah loo..

    jadi kapan nih kang mau melepas kesendirian?? heheee….

  2. tito mengatakan:

    ngomong2 soal kesendirian..
    jadi kangen kita pernah bareng2 dulu..
    kpan y kita bisa kumpul2 lagi…??
    humm….

  3. hilmasol54 mengatakan:

    Salam…
    Kang, Hilma suka paragraf terakhir yang dimiringin..
    Izin quote tulisannya ye..
    *sepertinya hilma sdg terjebak dlm fase ini,, mudah2an ga jadi autis.. :(
    -ih, iconnya jelek- :D ______________SMANGAAAAAT!!!!
    -ini bener-
    makasi Kang, makasih tito,,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s