Sudah setua ini punya usia, masih saja aku sering lupa, bahwa di tiap-tiap jejakan kaki yang kulalu kemarin harusnya ada yang bisa dipetik, entah satu, dua tetes hikmah..juga kebaikan
Sampai-sampai bosan aku ini bertanya, “kapan saatnya aku bisa belajar?” yang rupa-rupanya tak pernah bisa kujawab sendiri…
Dalam tiap tanda tanya itu, sesungguhnya, selalu aku berharap…bahwa esok nanti aku akan beranjak dari sini..lalu akan sekuat tenaga mengejar semua kawan lama yang sudah dulu pergi, tapi esok hari nada-nadanya selalu sama dengan hari ini, yang sama persis seperti kemarin..
Dalam tiap tanda tanya itu, sesungguhnya, selalu aku selipkan doa, doa yang sama, yang kulafal dalam dalam, sampai lupa..bahwa doa itu untuk meminta…
ya, yang ini… aku mengerti sekarang..
terima kasih orang tua